PT Pindad, sebagai industri pertahanan nasional, telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di pasar alutsista global. Titik fokus keberhasilan ini adalah senapan serbu terbaru mereka, SS2 V5, yang telah memenangkan berbagai kompetisi menembak internasional. Keunggulan Senjata Made in Pindad ini terletak pada kombinasi ergonomi, akurasi, dan daya tahan yang luar biasa di medan tempur tropis. Senjata Made in Pindad ini tidak hanya menjadi backbone bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi juga diekspor ke berbagai negara, menegaskan reputasi Pindad sebagai produsen senjata api kelas dunia.
Senapan serbu SS2 V5, penerus dari SS1 legendaris, dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik fisik prajurit Indonesia. Salah satu keunggulan utamanya adalah bobot yang lebih ringan (sekitar 3,8 kilogram dengan magazin penuh) dibandingkan pendahulunya, yang mengurangi kelelahan prajurit selama patroli jarak jauh. Selain itu, Senjata Made in Pindad ini memiliki kecepatan tembak (rate of fire) mencapai 750 peluru per menit, dengan mekanisme gas direct-impingement yang disempurnakan. Kepala Divisi Litbang Pindad, Ir. Adi Nugroho, M.T., menjelaskan dalam wawancara pers pada tanggal 18 November 2024, bahwa material polimer berteknologi tinggi digunakan untuk beberapa komponen, yang meningkatkan daya tahan senjata terhadap kelembaban tinggi dan korosi.
Akurasi adalah faktor penentu lain yang membuat senapan ini mendunia. SS2 V5 memiliki effective range hingga 450 meter, dan dilengkapi dengan rail Picatinny untuk pemasangan berbagai jenis optic dan aksesoris modern. Di kompetisi menembak bergengsi tingkat dunia, seperti ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) yang diselenggarakan di Thailand, tim TNI yang menggunakan SS2 V5 berhasil menjadi juara umum sebanyak 14 kali dalam 18 penyelenggaraan terakhir. Kemenangan beruntun ini menjadi bukti nyata akurasi dan keandalan senapan serbu tersebut di tangan prajurit yang terlatih.
Untuk menjamin kualitas dan ketersediaan, Manajemen Produksi Pindad menetapkan target produksi minimal 25.000 unit SS2 V5 setiap tahun. Inspeksi Kualitas (Quality Control) dilakukan oleh tim gabungan Pindad dan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklatad). Setiap senjata menjalani uji tembak minimal 500 butir peluru sebelum diserahkan ke unit operasional, memastikan bahwa setiap unit Senjata Made in Pindad yang digunakan oleh prajurit berada dalam kondisi prima. Dengan kombinasi inovasi desain, material unggul, dan akurasi teruji, SS2 V5 telah mengangkat citra industri pertahanan Indonesia di kancah global.
