Komando Pasukan Katak (Kopaska) adalah salah satu unit elite paling disegani dalam TNI Angkatan Laut (AL). Dikenal sebagai Manusia Katak Indonesia, Kopaska memiliki spesialisasi dalam operasi tempur di lingkungan maritim yang ekstrem, terutama di bawah air dan pantai. Manusia Katak ini dilatih untuk menjadi operator multifungsi: mulai dari penjinakan bahan peledak (terutama ranjau laut) hingga melakukan operasi infiltrasi rahasia yang tidak terdeteksi oleh musuh. Kemampuan Manusia Katak ini dalam bekerja secara senyap dan efektif menjadikannya multiplier force (pengali kekuatan) yang mampu melumpuhkan infrastruktur musuh sebelum serangan utama dimulai. Dalam latihan gabungan TNI-AL “Armada Jaya” yang dilaksanakan pada September 2026 di perairan Natuna, Kopaska sukses melaksanakan simulasi pembebasan sandera di kapal tanker dalam waktu kurang dari 12 menit.
1. Tugas Utama: Infiltrasi dan Sabotase Pantai
Kopaska adalah tim garis depan dalam operasi serangan amfibi atau operasi khusus maritim.
- Pembersihan Rintangan Bawah Air: Sebelum pendaratan pasukan Marinir, Kopaska bertugas menyusup ke area pantai musuh. Tugas mereka adalah membersihkan pantai dari ranjau, penghalang bawah air, atau jebakan lainnya yang dapat menghambat pendaratan kapal pendarat (landing craft).
- Sabotase Kapal dan Pelabuhan: Kopaska dilatih untuk menempelkan ranjau limpet atau bahan peledak berdaya ledak tinggi pada lambung kapal perang atau infrastruktur vital pelabuhan musuh. Operasi ini dilakukan pada malam hari atau kondisi visibilitas rendah, membutuhkan kemampuan berenang jarak jauh dan navigasi bawah air yang sempurna.
2. Spesialisasi Penjinakan Ranjau Laut (EOD Diving)
Penjinakan ranjau (Mine Countermeasures) adalah salah satu keahlian utama Kopaska. Laut Indonesia, dengan potensi konflik dan sejarah perang, memerlukan ahli penjinak ranjau yang selalu siaga.
- Identifikasi dan Pemusnahan: Tim Kopaska dikerahkan untuk mengidentifikasi dan menetralkan berbagai jenis ranjau laut, baik yang ditambatkan (moored) maupun yang tergeletak di dasar laut. Tugas ini membutuhkan keahlian teknis tinggi karena setiap jenis ranjau memiliki mekanisme pemicu yang berbeda.
- Pengamanan Alur Pelayaran: Kopaska juga berperan penting dalam mengamankan alur pelayaran komersial dan militer strategis dari ancaman ranjau. Misalnya, pengamanan Selat Malaka dari potensi ancaman terorisme bawah air.
3. Dukungan Keamanan VVIP
Selain operasi tempur, Kopaska memiliki tugas protokoler yang sangat penting: pengamanan VVIP.
- Pengamanan Presiden: Kopaska bertanggung jawab mengamankan lokasi perairan atau kapal yang digunakan oleh Presiden Republik Indonesia dan keluarganya. Misalnya, pada kunjungan kenegaraan ke Pulau Komodo pada 1 Mei 2026, tim Kopaska menjaga area laut di sekitar lokasi kunjungan, berkoordinasi dengan Paspampres di darat.
- Operasi Anti-Teror dan Pembebasan Sandera: Kopaska memiliki tim yang sangat terlatih dalam operasi anti-teror maritim, termasuk merebut kembali kapal yang dibajak atau platform lepas pantai.
