Dalam skenario pertempuran, meskipun senjata api dan perlengkapan modern memegang peran sentral, terdapat situasi-situasi krusial di mana prajurit harus mengandalkan keterampilan pribadinya untuk bertahan hidup atau mengamankan target. Situasi ini menuntut penguasaan Bela Diri Militer (BDM), sebuah sistem komprehensif yang mengintegrasikan berbagai teknik martial arts untuk penggunaan militer. Tempur Tangan Kosong bukan hanya kemampuan untuk berkelahi, tetapi merupakan filosofi pertahanan diri dan serangan jarak dekat yang cepat, efisien, dan mematikan. Tempur Tangan Kosong menjadi keterampilan fundamental ketika senjata api macet, amunisi habis, atau dalam operasi penangkapan senyap. Tempur Tangan Kosong BDM adalah elemen wajib dalam kurikulum dasar Tentara Nasional Indonesia (TNI), dirancang untuk melengkapi prajurit dari segala matra. Berdasarkan jadwal latihan di Pusat Pendidikan TNI AD, drill BDM wajib dilaksanakan minimal dua kali seminggu, setiap hari Senin dan Kamis sore, untuk memastikan kesiapan fisik dan refleks yang terasah.
1. Filosofi BDM: Efisiensi dan Kecepatan
BDM tidak mengajarkan gerakan yang rumit atau berbasis estetika seperti seni bela diri sipil. Filosofi utamanya adalah efisiensi: mengakhiri ancaman secepat dan sesederhana mungkin.
- Teknik Kuncian dan Pitingan: BDM sangat menekankan pada kuncian sendi (joint locks) dan pitingan (chokes) untuk melumpuhkan lawan dengan cepat tanpa harus menyebabkan cedera fatal, terutama penting dalam operasi penangkapan atau pengamanan tawanan.
- Serangan Titik Lemah: Prajurit dilatih untuk menyerang titik-titik lemah pada tubuh lawan (mata, tenggorokan, selangkangan) untuk memaksimalkan dampak dengan upaya minimal.
2. Pertahanan Melawan Senjata
Aspek krusial dari BDM adalah pertahanan terhadap ancaman senjata tajam dan senjata api.
- Pelatihan Reaksi: Prajurit menjalani latihan simulasi yang realistis tentang cara merebut atau mendeaktivasi senjata lawan dalam jarak dekat. Reaksi cepat dan timing adalah segalanya.
- Pertahanan dari Pisau: Teknik pertahanan pisau diajarkan secara detail, dengan fokus pada pengalihan serangan dan kontrol lengan lawan sebelum melakukan serangan balik atau kuncian.
3. Integrasi Fisik dan Mental
Pelatihan Tempur Tangan Kosong BDM juga berfungsi sebagai pembentuk mentalitas prajurit. Drill yang intensif dalam situasi simulasi pertarungan bebas meningkatkan kepercayaan diri, ketenangan di bawah tekanan fisik, dan agresi yang terkontrol. Kemampuan untuk bertahan hidup dan memenangkan konfrontasi jarak dekat, bahkan tanpa senjata, memberikan lapisan keamanan psikologis yang penting bagi setiap prajurit yang bertugas di lapangan.
