Melibatkan Tokoh Adat dalam setiap kegiatan sosialisasi adalah langkah yang sangat cerdas dan efektif. Di NTT, struktur sosial masyarakat sangat menghormati suara para tetua adat atau fungsionaris adat. Ketika pesan tentang kecintaan terhadap tanah air disampaikan melalui lisan para tokoh ini, pesan tersebut cenderung lebih mudah diterima dan diresapi oleh generasi muda. Sinergi ini menciptakan sebuah kekuatan kolektif untuk menjaga wilayah perbatasan dari berbagai pengaruh negatif yang mungkin datang dari luar, baik itu ideologi maupun ancaman keamanan lainnya.
Inti dari kegiatan ini adalah menanamkan Semangat Bela Negara secara mendalam. Konsep bela negara di sini tidak selalu berarti mengangkat senjata, tetapi bagaimana masyarakat di perbatasan dapat menjadi mata dan telinga bagi kedaulatan negara. Melalui pendidikan karakter yang dipaparkan oleh perwakilan dari akademi, masyarakat diajak untuk bangga menjadi bagian dari Indonesia. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya krisis identitas bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan namun sangat dekat dengan garis batas negara.
Kondisi di wilayah Perbatasan seringkali memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses informasi hingga masalah ekonomi. Namun, melalui Sosialisasi yang intensif, pihak militer ingin menunjukkan bahwa negara hadir di tengah-tengah mereka. Para tokoh adat pun menyambut baik inisiatif ini karena mereka merasa dilibatkan dalam tanggung jawab besar menjaga kedaulatan. Mereka berkomitmen untuk terus mendorong anak muda di desa-desa untuk mau bergabung menjadi prajurit TNI, sehingga putra asli daerah dapat ikut serta menjaga tanah kelahirannya sendiri dengan seragam resmi negara.
Selain itu, diskusi yang terjadi dalam pertemuan ini juga menyentuh aspek kearifan lokal. Banyak nilai-nilai adat di NTT yang ternyata sejalan dengan nilai-nilai keprajuritan, seperti keberanian, kejujuran, dan solidaritas kelompok yang kuat. Harmonisasi antara budaya lokal dan doktrin militer ini menciptakan pemahaman baru bahwa menjaga NKRI adalah tugas suci yang sejalan dengan amanat para leluhur. Pihak Akmil menyadari bahwa tanpa dukungan masyarakat lokal di perbatasan, menjaga kedaulatan yang luas ini akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat.
